TOP

Garuda Indonesia Mulai Membidik Paris

Dunia penerbangan Indonesia boleh berlega hati setelah Komite Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (Air Safety Committee-ASC) mencabut larangan terhadap 55 maskapai penerbangan milik Indonesia dalam pertemuan yang digelar di Brusel, Belgia pada 29-31 Mei 2018. Pencabutan larangan ini menjadi tanda bagi kebangkitan dunia aviasi Indonesia untuk menjelajah Eropa lebih lagi, termasuk Garuda Indonesia.

Menurut Direktur Kargo & Niaga Internasional Garuda Indonesia, Sigit Muhartono menyatakan, “Pasca pengumuman tersebut Garuda Indonesia mulai mengkaji beberapa destinasi di Eropa, salah satunya Paris. Sementara ini kami baru menerbangkan lewat Skyteam, perencanaan tercepat kemungkinan akhir tahun ini. Sebagai catatan, saat ini Garuda Indonesia menyediakan layanan terbang menuju Amsterdam dan London dengan jumlah penumpang mencapai 500.000 dalam setahun. Kini, maskapai nasional Indonesia ini melirik Paris dengan Bandara Internasional Charles de Gaulle Paris yang diyakini sebagai salah satu pintu masuk Eropa selain Amsterdam. Sasaran lain yang masuk dalam pertimbangan adalah Jerman, tapi jika menilik berdasarkan visa, Prancis masih lebih unggul.

Hal ini diutarakan Sigit yang menilai peluang membuka rute ke Paris adalah yang paling tinggi di antara destinasi lainnya, hal ini ditinjau dari segi pariwisata maupun bisnis. Sigit pun berujar, “Dari sisi pariwisata, banyak tur travel Indonesia juga dunia yang merancangkan jalur masuk dan keluar dari kota yang berbeda, sekarang kami sudah memiliki Amsterdam yang rutin mengudara enam kali seminggu.”