TOP

IATA Dukung Prosedur Tes Covid-19 Sebelum Keberangkatan

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyerukan prosedur pengujian Covid-19 untuk semua penumpang sebelum keberangkatan. IATA melihat ini sebagai satu-satunya alternatif realistis untuk deteksi dini tindakan karantina di tempat tujuan, demi memulihkan industri penerbangan dan pariwisata.

Alexandre de Juniac selaku Director General dan CEO IATA menyatakan, “Jika Anda melihat peningkatan perjalanan sejak pembukaan kembali perbatasan secara ketat yang dimulai Juni lalu, hasilnya sangat mengecewakan. Perjalanan internasional hanya delapan persen dari level tahun lalu di bulan Juli.” De Juniac menjelaskan, “Ada sedikit tanda perbaikan pada Agustus dan sulit untuk melihat peningkatan besar dalam perjalanan korporat di tengah kekhawatiran gelombang kedua COVID-19.”

Dari hasil survei terbaru, ditemukan bahwa sekitar 83 persen wisatawan menyatakan tidak akan bepergian jika ada kemungkinan dikarantina di tempat tujuan. Hal ini adalah sinyal kuat bahwa industri penerbangan tidak akan pulih sampai ditemukan alternatif selain karantina.

IATA bermaksud untuk bekerja sama melalui Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan otoritas kesehatan untuk menerapkan pengujian Covid-19, diyakini hanya dikenai tarif sekitar 10 dolar AS yang dibiayai pemerintah dan mendapatkan hasil tes dalam waktu 15 menit saja.

Bagi IATA, pengujian Covid-19 sebelum keberangkatan lebih disukai pejalan karena menciptakan lingkungan bersih dan aman sepanjang proses perjalanan, sementara pengujian di waktu kedatangan dapat merusak kepercayaan penumpang, dengan potensi karantina di tempat tujuan jika mendapatkan hasil tes positif virus corona.