Istana Berusia 160 Tahun Rusak Parah karena Ledakan di Beirut
Dunia digemparkan saat terjadi ledakan dahsyat di area pelabuhan Beirut pada 4 Agustus kemarin. Selain ratusan orang meninggal, ribuan luka-luka, dan sebagian lagi hilang, dampak ledakan juga menghancurkan istana abad 19 yang merupakan salah satu atraksi wisata sejarah di ibu kota Lebanon.
Dalam hitungan detik, Sursock Palace hancur, padahal istana tersebut tampak megah setelah direstorasi selama 20 tahun karena kerusakan perang saudara. Istana yang dibangun 160 tahun lalu tersebut kehilangan langit-langit di lantai atas, termasuk banyak dinding yang hancur. Pihak Sursock Palace menyampaikan kepada Associated Press bahwa kerusakan kali ini lebih parah 10 kali lipat dibanding yang ditimbulkan karena perang saudara 15 tahun.
Dinasti Sursock

Dibangun pada 1860 oleh Moussa Sursock, Sursock Palace diakui sebagai salah satu rumah termegah di Beirut, yang sekarang menjadi istana pribadi terbesar dan masih bertahan utuh. Sursock adalah keluarga Yunani Orthodox yang berasal dari Konstantinopel dan tercatat sudah tinggal di Beirut sejak 1714.
Keluarga Sursock merupakan salah satu orang terkaya di ibu kota Lebanon berkat bisnis pertanian dan manufaktur. Puncak kejayaan dinasti Sursock meluas hingga Mersine, Turki, Alexandria, Mesir, Siprus, dan Palestina. Namun, munculnya rezim nasionalis di Turki, Mesir, dan pembentukan Israel, Sursock kehilangan tanah dan fasilitas manufaktur mereka. Sursock Palace inilah yang menjadi sisa-sisa kejayaan mereka yang masih dapat dinikmati publik.
Terletak di atas bukit menghadap pelabuhan, Sursock Palace berlokasi di Sursock Street, tepatnya di sentra Achrafieh, daerah pemukiman paling eksklusif di Beirut. Banyak villa dan istana yang dibangun di sepanjang jalan ini sekitar abad 19, namun hanya sedikit yang masih tersisa hingga sekarang, sebut saja Greek Orthodox Bishop’s Palace, Nicolas Sursock Museum, dan Residence of Linda & Brahim Sursock.