Melbourne Dianugerahi Sebagai Kota Paling Layak untuk Ditinggali di Dunia
Melbourne kembali dianugerahi penghargaan sebagai kota yang paling layak untuk ditinggali di dunia berdasarkan Indeks Kekayaan Tahunan dari Economist Intelligence Unit (EIU). Survei indeks yang dilakukan di 140 kota di seluruh dunia ini menjadikan Melbourne kembali berada di posisi teratas. Survei indeks dimulai sejak tahun 2016 dan Melbourne secara konsisten selalu masuk tiga besar.
Melbourne yang menjadi ibu kota dari negara bagian Victoria sedari dulu dikenal sebagai kota budaya dan olahraga. Melbourne kerap menjadi tuan rumah bagi perhelatan-perhelatan berskala internasional seperti Australian Open, Formula One Australian Grand Prix, dan Spring Racing Carnival. Di samping itu, Melbourne termasuk salah satu kota di dunia yang menghasilkan lulusan-lulusan kredibel dan terpilih sebagai salah satu dari lima teratas kota pelajar di seluruh dunia. Jika ditilik dari segi pembangunan kota, pemerintah setempat terus-menerus melakukan investasi di bagian infrastruktur, seperti pembangunan jalur terowongan dan jalan baru, memperbaiki jaringan transportasi seperti trem dan kereta baru, serta melakukan pengembangan-pengembangan untuk pusat konvensi kelas dunia. 
Melbourne juga berkembang pesat dengan tingkat migrasi domestik dan internasional tertinggi di Australia. Faktanya, Melbourne merupakan kota dengan pertumbuhan tercepat di Australia, dan diproyeksikan menyalip Sydney sebagai kota terbesar di Australia pada tahun 2030. Sebagai kota teknologi kelas atas di Australia, Melbourne menawarkan infrastruktur, lingkungan bisnis, talenta, dan gaya hidup yang menempatkannya di bagian atas dalam daftar belanja global untuk perusahaan teknologi.
Komisioner Victoria untuk kawasan Asia Tenggara, Brett Stevens menyatakan, “Melbourne terus membangun reputasi global sebagai kota yang tidak hanya paling layak untuk ditinggali, namun juga sebagai tujuan utama destinasi untuk pelajar internasional dan mitra dagang utama di wilayah ini.” Hal ini didukung pula dengan pengumuman Melbourne yang dianugerahi Majalah fDi Asia Pacific Cities of the Future sebagai pemenang untuk kategori Human Capital and Lifestyle. Melbourne pun berada di rangking lima besar kota-kota kelas menengah untuk potensi ekonomi dan di sepuluh besar untuk Strategi FDI di laporan yang sama.
Dengan segala prestasi dan penghargaan yang dialamatkan pada Melbourne, Anda pun bisa turut merasakan pengalaman tinggal walau sejenak di kota ini. Kunjungan liburan ke Melbourne bisa Anda nikmati sepanjang waktu dalam setahun. Tapi musim gugur yang jatuh di bulan Maret hingga Mei serta musim semi di bulan September hingga November adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Melbourne. Transportasi di kota ini sudah terintegrasi dengan baik, dan Anda hanya perlu memiliki Myki card yang bisa digunakan untuk naik trem, kereta termasuk bus untuk regional tertentu. Dengan kemudahan transportasi rasanya tak ada alasan untuk tidak menikmati sudut-sudut terbaik Melbourne yang membuatnya layak sebagai kota yang paling layak untuk ditinggali.
Pastikan Anda singgah di Eureka Skydeck yang merupakan titik tertinggi di kota ini. Jika ingin melihat panorama kota cantik ini secara keseluruhan, wajib untuk melihatnya dari ketinggian. Untuk menikmati sensasi tak biasa ini, Anda bisa membeli tiket yang dimulai dari harga 20 dolar. Lalu siapkan waktu untuk menelusuri Laneways dan Arcades yang akan memukau Anda, terutama jika gemar kegiatan fotografi. Ini adalah jalan dan lorong-lorong yang berjajar dengan kafe, restoran termasuk dinding-dinging yang dihiasi karya seni jalanan. Waktu terbaik untuk mengunjunginya saat makan siang. Terakhir, pastikan untuk menjelajah Flinders Street yang ikonik, yang namanya berasal dari penjelajah Matthew Flinders. Di kawasan ini siapkan kamera karena suasana klasik terasa sepanjang mata memandang. Anda bisa membidik potret bangunan Flinders Street Station yang bagian depannya kerap melintas trem yang lalu lalang, lalu ada Federation Square, St. Paul Cathedral, Young and Jackson Hotel, dan masih banyak lagi.
