Pesona Pantai-pantai di Uluwatu
Jika mendengar nama Uluwatu, yang terbayang adalah pura di atas tebing kokoh dengan pemandangan laut, yang cantik dikunjungi menjelang mentari terbenam. Kemagisan Pura Uluwatu berikut atraksi tari kecak yang biasa dipentaskan di sini menjadi daya tarik tersendiri. Tapi Uluwatu tak hanya memiliki pura yang diprediksi sudah ada sejak abad ke-8 ini. Sejak beberapa dekade terakhir, Uluwatu dikenal sebagai destinasi terbaik untuk berselancar, yang dimulai sejak 1972, ketika pembuatan film Morning of the Earth, sebuah film mengenai selancar. Waktu berselang, pantai-pantai di kawasan ini makin terangkat dan tak hanya menjadi alternatif semata bagi wisatawan yang ingin menghindar dari keramaian.
Inilah beberapa pantai-pantai pilihan yang tersebar di kawasan Uluwatu yang bisa dikunjungi selagi plesiran di Uluwatu.
Pantai Balangan
Merupakan pantai favorit para peselancar untuk mengasah kemampuannya, Pantai Balangan berada di sisi utara Lapangan Golf Hole 15 miliki New Kuta Golf, yang tak hanya pas pagi mereka yang ingin berselancar, tapi juga menyenangkan untuk dikunjungi mereka yang ingin menikmati hamparan pasir putih di bawah tudungan payung-payung pantai yang berjajar di tepian pantai.
Tips: Pantai Balangan cantik saat mentari terbenam, para penggemar fotografi bisa memanfaatkan lanskap pantai yang berlatar tebing-tebing kokoh.
Pantai Suluban
Sebagian mengenalnya dengan nama Pantai Suluban, namun tak sedikit yang memanggilnya dengan sebutan Blue Point. Nama Suluban sendiri berasal dari bahasa Bali, yang berarti lewat di bawah sesuatu atau mesulub. Pantai Suluban juga menawarkan kontur pantai yang dikitari dinding-dinding tebing, hamparan pasir yang tidak begitu luas, dan sedikit usaha untuk mencapainya. Bagi pengunjung, siapkan diri untuk menuruni sekian anak tangga yang cukup curam dan mesti melalui celah sempit di antara bebatuan sebelum tiba di pantainya.
Tips: Jika ingin menikmati matahari terbenam, pergilah ke salah satu puncak tebing, karena terdapat deretan kafe yang menghadap laut dan menyempurnakan momen menikmati sunset.
Pantai Padang-padang
Dulu, pantai yang berada dekat Anantara bali Uluwatu Resort & Spa Bali ini masih minim pengunjung, karena memang belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai ini. Namun, sejak film Eat Pray Love menyertakannya sebagai salah satu lokasi syuting, sudah bisa ditebak pantai cantik ini mulai ramai dikunjung, terlebih, pantai ini juga menjadi lokasi pilihan para peselancar. Salah satu keunikan Pantai Padang-padang adalah cara menuju pantai ini, di mana pengunjung mesti menuruni puluhan anak tangga yang ditudungi dinding-dinding batu yang nantinya membentuk semacam gua, namun beberapa meter kemudian pengunjung sudah berada di area pantai.
Tips: Walau area pasir putihnya tidak begitu luas, namun pengunjung masih bisa menikmati aktivitas berjemur. Di pantai ini juga terdapat warung penjual makanan dan minuman, juga tempat penyewaan papan selancar.
Green Bowl
Identik dengan bebatuan karang yang ditutupi tanaman ganggang berwarna hijau, terlebih jika laut sedang surut, membuat penampakannya akan semakin jelas. Dari pemandangan inilah nama Green Bowl berasal. Untuk mencapai Green Bowl, pengunjung mesti menuruni ratusan anak tangga. Setelahnya, akan melalui gua yang dihuni kawanan kelelawar. Hewan malam ini dapat dilihat saat siang hari, ketika mereka sedang tidur bergelantungan.
Tips: Waktu terbaik untuk mengunjungi Green Bowl saat tengah hari hingga petang tiba, di saat air laut sedang surut.
Pantai Nyang-nyang
Lokasinya sedikit terpencil, tentu saja karena dikitari tebing-tebing batu yang menjulang tinggi, namun Pantai Nyang-nyang begitu menyenangkan untuk disambangi karena minimnya pengunjung. Pantai ini terlektak dekat Pura Uluwatu. Untuk mencapainya, pengunjung bisa menyusuri jalan tanah dari pura sampai menuju papan nama yang menunjukkan nama pantai. Tidak sampai di situ, pengunjung mesti melintasi area padang dan dilanjutkan dengan menuruni 500-an anak tangga.
Tips: Di area pantai terdapat beberapa puing perahu yang bisa dijadikan sebagai properti untuk foto. Di beberapa area terdapat kolam alami yang terbentuk dari koral, yang bisa juga dimanfaatkan sebagai lokasi pemotretan.
Pantai Bingin
Sebenarnya lokasi Pantai Bingin tidak terlalu tersembunyi dan cukup dekat dengan Pantai Dreamland. Kontur pantainya meliputi hamparan karang yang akan membentuk kolam-kolam alami jika air laut sedang surut. Selain tidak terlalu ramai dengan pengunjung, pantai ini cukup nyaman untuk dinikmati sambil duduk santai di jajaran kafe yang tersedia, atau memilih menginap di salah satu vila-vila pribadi yang berada dekat pantai.
Tips: Jika ingin berselancar, datanglah saat siang hari, di saat ombak sedang bagus untuk dijajal papan selancar.
Wyndham Dreamland Resort Bali
Wyndham Hotels and Resorts buka properti kedua di Bali, yaitu Wyndham Dreamland Resort Bali, sebuah resor mewah yang berlokasi dekat Pantai Dreamland. Dengan pemandangan dramatis yang terpancar dari tebing-tebing tinggi, serta pemandangan laut dan gelora ombaknya yang memukau, di mana para tamu resor dapat mencapainya dengan berjalan kaki beberapa menit saja. Resor ini juga begitu dekat dengan beberapa pantai eksotis, seperti Pantai Bingin dan Pantai Padang-pada yang dapat dicapai dengan berkendar sekitar 10 menit.
Wyndham Dreamland Resort Bali menawarkan 177 kamar yang menampilkan desain tradisional Bali yang berpadu dengan sisi moderen, yang terbagi menjadi kamar Deluxe, Suites, termasuk delapan vila mewah dengan satu atau dua kamar tidur. Resor ini dilengkapi dengan Restoran Rayunan yang menampilkan hidangan nusantara, dengan menu rekomendasi Sop Buntut, Dreamland Café yang berlokasi dekat kolam renang, Ulu Bar yang menawarkan suasana alam yang asri, dua kolam renang, Tirta Spa bagi mereka yang membutuhkan relaksasi setelah seharian beraktivitas. Selain pas sebagai tempat untuk “melarikan diri”, Wyndham Dreamland Resort Bali juga memiliki fasilitas pendukung untuk acara seminar, rapat, dan pertemuan sosial melalui empat ruang pertemuan yang tersedia.

