Provinsi Gyeonggi Siap Menjamu Acara MICE
Korea Selatan mulai disasar sebagai destinasi kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), hal ini dipengaruhi kemudahan akses mencapai Seoul melalui Bandara Internasional Incheon, juga didukung sarana MICE yang tidak menawarkan tempat-tempat yang formal tapi memadukannya dengan budaya lokal. Menyingkapi hal tersebut, Korea Tourism Organization Jakarta (KTO Jakarta) bersama Gyeonggi Tourism Organization (GTO) menyelenggarakan one-on-one meeting (B2B) dengan agen travel Indonesia pada 7 Agustus 2018 di Hotel Mulia Jakarta. Tujuan utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk memperkenalkan fasilitas terbaru dari MICE, khususnya di provinsi Gyeonggi.
Menurut data statistik yang masuk, pada 2017 saja jumlah wisatawan insentif Indonesia ke Korea Selatan tercatat sekitar 21 ribu orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 18.929 orang. Jumlah tersebut menjadi bukti bahwa tren rapat dan grup insentif ke Negeri Ginseng semakin meningkat setiap tahunnya. Menyingkapi peningkatan data stastisik dan kebutuhan akan ruang publik untuk keperluan acara MICE, Dinas Pariwisata Gyeonggi memberikan sejumlah tawaran destinasi yang dapat dimanfaatkan, baik untuk kepentingan bisnis dan wisata.
-Suwon Convention Center
Suwon merupakan ibu kota dari provinsi Gyeonggi-do, juga merupakan kota dengan populasi terbesar. Berjarak sekitar 30 kilometer dari Seoul, Suwon berkembang sebagai kota metropolitas dan popouler sebagai rumah bagi perusahaan elektronik ternama, Samsung Electronics. Dengan kapasitas yang dimilikinya sebagai kota besar dan destinasi untuk kegiatan MICE, pada Maret 2019 akan berdiri Suwon Convention Center dengan suasana natural dari alam sekitar. Area ekshibisi ini mencakup lahan seluas 8.000 meter persegi dengan 28 ruang pertemuan, yang secara total dapat menampung hingga 3.000 tamu. Suwon Convention Center yang dibuat dekat mengapung di atas danau ini hanya berada dekat beberapa atraksi wisata, seperti Korean Folk Village, Everland Resort, Suwon Hwaseong Fortress, dan sejumlah hotel.
-DMZ (Korean Demilitarized Zone)
27 April 2018 menjadi momen bersejarah saat Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in bertemu di DMZ atau Garis Demarkasi Militer Korea, sebuah tanah tak bertuan yang berada sekitar 48 kilometer ke arah utara dari Seoul. Tempat ini didirikan setelah perjanjian gencatan senjata Perang Korea pada 1953. Walau banyak yang mengatakan tempat ini sebagai salah satu kawasan berbahaya di Korea, nyatanya DMZ merupakan kawasan teraman karena dijaga dari pihak Korea Selatan, Korea Utara, dan Amerika Serikat. Banyak wisatawan yang penasaran untuk mengunjunginya, melihat lebih dekat, dan merasakan berada di area perbatasan dua negara. Bagi peserta MICE, DMZ memang merupakan pilihan tak lazim, tapi tempat ini memiliki sarana yang dapat mendukung terselenggaranya acara. Beberapa pilihan kegiatan tersedia di sini, seperti piknik di area taman DMZ yang dapat menampung hingga 30.000 orang, mengikuti jalan santai mengitari area DMZ (DMZ Peace Walking) yang menempuh jarak 1-12 kilometer yang diakhiri dengan memasan pita perdamaian di area tertentu, bersepeda sekitaran area DMZ (DMZ Peace Cycling) dengan durasi 1-2 jam, atau cukup menikmati jamuan makan siang atau malam.
-HYUNDAI Motor Studio Goyang
Dapat diakses dengan berkendara sekitar 30 menit dari Seoul, HYUNDAI Motor Studio Goyang memberi wacana baru, terutama karena ini merupakan museum mobil yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan MICE dan grup insentif. Di sini, para pengunjung dapat membuka wacana mengenai proses kreatif di balik pabrikan mobil ini, melihat langsung sejumlah koleksi mobil HYUNDAI yang dipamerkan, termasuk kesempatan melakukan tes mengemudi menggunakan salah satu koleksi mobil. Tidak membatasi kegiatan seputar kunjungan wisata saja, museum ini memiliki sarana auditorium yang dapat dimanfaatkan untuk pertemuan formal dan informal, yang berkapasitas hingga 320 orang.
-Program DIY (Do It Yourself)
Tak membatasi pertemuan yang formal dalam sebuah konferensi dan rapat, pertemuan MICE bisa disisipi program DIY (Do It Yourself) yang mengajak peserta untuk lebih interaktif. Program DIY yang ditawarkan meliputi membuat bibimbap, masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan aneka lauk-pauk di atasnya, seperti daging sapi, telur, dan saus pedang gochujang. Aktivitas ini akan dipandu koki dengan kapasitas peserta mencapai 200 orang. Opsi lain, peserta dapat mengikuti tur ke tempat penyulingan wine dan pembuatan selai yang berada dekat dari DMZ.


